BERPESAN DENGAN KESABARAN
Dan mintalah pertolongan (kepada Allah)
dengan jalan sabar dan mengerjakan
sembahyang; dan sesungguhnya
sembahyang itu amatlah berat kecuali
kepada orang-orang yang khusyuk; (Al-
Baqarah 2:45)
Wahai sekalian orang-orang yang
beriman! Mintalah pertolongan (untuk
menghadapi susah payah dalam
menyempurnakan sesuatu perintah
Tuhan) dengan bersabar dan dengan
(mengerjakan) sembahyang; kerana
sesungguhnya Allah menyertai
(menolong) orang-orang yang sabar (Al-
Baqarah 2:153)
Demi sesungguhnya! Kami akan menguji
kamu dengan sedikit perasaan takut
(kepada musuh) dan (dengan merasai)
kelaparan, dan (dengan berlakunya)
kekurangan dari harta benda dan jiwa
serta hasil tanaman. Dan berilah khabar
gembira kepada orang-orang yang
sabar: (Al-Baqarah 2:155)
Adakah patut kamu menyangka bahawa
kamu akan masuk syurga, padahal
belum sampai kepada kamu (ujian dan
cubaan) seperti yang telah berlaku
kepada orang-orang yang terdahulu
daripada kamu? Mereka telah ditimpa
kepapaan (kemusnahan hartabenda) dan
serangan penyakit, serta digoncangkan
(oleh ancaman bahaya musuh),
sehingga berkatalah Rasul dan orang-
orang yang beriman yang ada
bersamanya: Bilakah (datangnya)
pertolongan Allah?” Ketahuilah
sesungguhnya pertolongan Allah itu
dekat (asalkan kamu bersabar dan
berpegang teguh kepada agama Allah).
(Al-Baqarah 2:214)
Kemudian apabila Talut keluar bersama-
sama tenteranya, berkatalah ia:
“Sesungguhnya Allah akan menguji
kamu dengan sebatang sungai, oleh itu
sesiapa di antara kamu yang meminum
airnya maka bukanlah ia dari pengikutku,
dan sesiapa yang tidak merasai airnya
maka sesungguhnya ia dari pengikutku,
kecuali orang yang menceduk satu
cedukan dengan tangannya”. (Sesudah
diingatkan demikian) mereka meminum
juga dari sungai itu (dengan sepuas-
puasnya), kecuali sebahagian kecil dari
mereka. Setelah Talut bersama-sama
orang-orang yang beriman
menyeberangi sungai itu, berkatalah
orang-orang yang meminum (sepuas-
puasnya): “Kami pada hari ini tidak
terdaya menentang Jalut dan
tenteranya”. Berkata pula orang-orang
yang yakin bahawa mereka akan
menemui Allah: “Berapa banyak (yang
pernah terjadi), golongan yang sedikit
berjaya menewaskan golongan yang
banyak dengan izin Allah; dan Allah
(sentiasa) bersama-sama orang-orang
yang sabar”. (Al-Baqarah 2:249)
(Dan juga) orang-orang yang sabar
(dalam menjunjung perintah Allah), dan
orang-orang yang benar (perkataan dan
hatinya), dan orang-orang yang sentiasa
taat (akan perintah Allah), dan orang-
orang yang membelanjakan hartanya
(pada jalan Allah), dan orang-orang yang
beristighfar (memohon ampun) pada
waktu sahur. (A-li’Imraan 3:17)
Bahkan (mencukupi. Dalam pada itu) jika
kamu bersabar dan bertaqwa, dan
mereka (musuh) datang menyerang
kamu dengan serta-merta, nescaya Allah
membantu kamu dengan lima ribu
malaikat yang bertanda masing-masing.
(A-li’Imraan 3:125)
Adakah kamu menyangka bahawa kamu
akan masuk Syurga padahal belum lagi
nyata kepada Allah (wujudnya) orang-
orang yang berjihad (yang berjuang
dengan bersungguh-sungguh) di antara
kamu, dan (belum lagi) nyata
(wujudnya) orang-orang yang sabar
(tabah dan cekal hati dalam perjuangan)?
(A-li’Imraan 3:142)
Dan berapa banyak dari Nabi-nabi
(dahulu) telah berperang dengan disertai
oleh ramai orang-orang yang taat
kepada Allah, maka mereka tidak merasa
lemah semangat akan apa yang telah
menimpa mereka pada jalan (agama)
Allah dan mereka juga tidak lemah
tenaga dan tidak pula mahu tunduk
(kepada musuh). Dan (ingatlah), Allah
sentiasa mengasihi orang-orang yang
sabar. (A-li’Imraan 3:146)
Demi sesungguhnya, kamu akan diuji
pada harta benda dan diri kamu. Dan
demi sesungguhnya, kamu akan
mendengar dari orang-orang yang telah
diberikan Kitab dahulu daripada kamu
dan orang-orang yang musyrik: banyak
(tuduhan-tuduhan dan cacian) yang
menyakitkan hati. Dalam pada itu, jika
kamu bersabar dan bertaqwa maka
sesungguhnya yang demikian itu adalah
dari perkara-perkara yang dikehendaki
diambil berat (melakukannya). (A-
li’Imraan 3:186)
Wahai orang-orang yang beriman!
Bersabarlah kamu (menghadapi segala
kesukaran dalam mengerjakan perkara-
perkara yang berkebajikan), dan
kuatkanlah kesabaran kamu lebih
daripada kesabaran musuh, di medan
perjuangan), dan bersedialah (dengan
kekuatan pertahanan di daerah-daerah
sempadan) serta bertaqwalah kamu
kepada Allah supaya, kamu berjaya
(mencapai kemenangan). (A-li’Imraan
3:200)
“Dan jika ada segolongan dari kamu
beriman kepada wahyu (perintah-
perintah Allah) yang aku telah diutuskan
untuk menyampaikannya, dan
segolongan lagi tidak beriman, maka
sabarlah sehingga Allah menjalankan
hukumNya di antara kita semua, dan Dia
lah jua sebaik-baik hakim”. (Al-A’raaf
7:87)
Dan taatlah kamu kepada Allah dan
RasulNya, dan janganlah kamu
berbantah-bantahan; kalau tidak nescaya
kamu menjadi lemah semangat dan
hilang kekuatan kamu, dan sabarlah
(menghadapi segala kesukaran dengan
cekal hati); sesungguhnya Allah beserta
orang-orang yang sabar. (Al-Anfaal 8:46)
Wahai Nabi, peransangkanlah orang-
orang yang beriman itu untuk
berperang. Jika ada di antara kamu dua
puluh yang sabar, nescaya mereka dapat
menewaskan dua ratus orang (dari pihak
musuh yang kafir itu); dan jika ada di
antara kamu seratus orang, nescaya
mereka dapat menewaskan seribu orang
dari golongan yang kafir, disebabkan
mereka (yang kafir itu) orang-orang
yang tidak mengerti. (Al-Anfaal 8:65)
Sekarang Allah telah meringankan
daripada kamu (apa yang telah
diwajibkan dahulu) kerana Ia mengetahui
bahawa pada kamu ada kelemahan; oleh
itu jika ada di antara kamu seratus orang
yang sabar, nescaya mereka akan dapat
menewaskan dua ratus orang; dan jika
ada di antara kamu seribu orang,
nescaya mereka dapat menewaskan dua
ribu orang dengan izin Allah. Dan
(ingatlah) Allah beserta orang-orang
yang sabar. (Al-Anfaal 8:66)
Dan turutlah apa yang diwahyukan
kepadamu serta bersabarlah (dalam
perjuangan mengembangkan Islam)
sehingga Allah menghukum (di
antaramu dengan golongan yang ingkar,
dan memberi kepadamu kemenangan
yang telah dijanjikan), kerana Dia lah
sebaik-baik Hakim. (Yunus 10:109)
Dan sabarlah (wahai Muhammad,
engkau dan umatmu, dalam
mengerjakan suruhan Allah), kerana
sesungguhnya Allah tidak akan
menghilangkan pahala orang-orang
yang berbuat kebaikan. (Hud 11:115)
Dan orang-orang yang sabar kerana
mengharapkan keredaan Tuhan mereka
semata-mata, dan mendirikan
sembahyang, serta mendermakan dari
apa yang Kami kurniakan kepada
mereka, secara bersembunyi atau secara
terbuka; dan mereka pula menolak
kejahatan dengan cara yang baik; mereka
itu semuanya adalah disediakan baginya
balasan yang sebaik-baiknya pada hari
akhirat; – (Ar-Ra’d 13:22)
Dan mereka sekalian tetap akan
berhimpun mengadap Allah (untuk
dihisab pada hari kiamat); kemudian
orang-orang yang lemah (yang menjadi
pengikut) kepada orang-orang yang
sombong takbur itu akan berkata kepada
mereka (yang menjadi pemimpinnya):
“Sesungguhnya kami telah menjadi
pengikut kamu; maka adakah kamu
dapat menolak daripada kami sedikit dari
azab Allah? ” Mereka menjawab:
“Kalaulah Allah menunjukkan jalan
selamat kepada kami, tentulah kami
tunjukkan jalan itu kepada kamu.
(Sekarang) sama sahaja kepada kita,
sama ada kita menggelisah dan
mengeluh atau kita bersabar, tiadalah
sebarang jalan bagi kita untuk
melepaskan diri (dari azab itu)”. (Ibrahim
14:21)
Mereka itu ialah) orang-orang yang
bersabar (menanggung kezaliman) dan
berserah diri kepada Tuhannya. (Al-Nahl
16:42)
Dan jika kamu membalas kejahatan
(pihak lawan), maka hendaklah kamu
membalas dengan kejahatan yang sama
seperti yang telah ditimpakan kepada
kamu, dan jika kamu bersabar, (maka)
sesungguhnya yang demikian itu adalah
lebih baik bagi orang-orang yang sabar.
(Al-Nahl 16:126)
Dan Kami kuatkan hati mereka (dengan
kesabaran dan keberanian), semasa
mereka bangun (menegaskan tauhid) lalu
berkata: “Tuhan kami ialah Tuhan yang
mencipta dan mentadbirkan langit dan
bumi; kami tidak sekali-kali akan
menyembah Tuhan yang lain dari
padanya; jika kami menyembah yang
lainnya bermakna kami memperkatakan
dan mengakui sesuatu yang jauh dari
kebenaran.” (Al-Kahfi 18:14)
“Tuhan yang mencipta dan
mentadbirkan langit dan bumi serta
segala yang ada di antara keduanya; oleh
itu, sembahlah engkau akan Dia dan
bersabarlah dengan tekun tetap dalam
beribadat kepadaNya; adakah engkau
mengetahui sesiapapun yang senama
dan sebanding denganNya?” (Maryam
19:65)
Iaitu orang-orang yang apabila disebut
nama Allah, gerun gementarlah hati
mereka, dan orang-orang yang sabar
(cekal hati) terhadap kesusahan yang
menimpa mereka, dan orang-orang
yang mendirikan sembahyang, serta
orang-orang yang mendermakan
sebahagian dari rezeki yang Kami berikan
kepadanya. (Al-Hajj 22:35)
Mereka itu akan beroleh pahala dua kali
disebabkan kesabaran mereka; dan juga
kerana mereka menolak kejahatan
dengan kebaikan, dan mereka
menderma dari apa yang Kami
kurniakan kepada mereka. (Al-Qasas
28:54)
Oleh itu, bersabarlah (wahai
Muhammad), sesungguhnya janji Allah
itu benar; dan janganlah orang-orang
yang tidak meyakini apa yang engkau
sampaikan itu menjadikan engkau resah
gelisah. (Ar-Ruum 30:60)
Sesungguhnya orang-orang lelaki yang
Islam serta orang-orang perempuan
yang Islam, dan orang-orang lelaki yang
beriman serta orang-orang perempuan
yang beriman, dan orang-orang lelaki
yang taat serta orang-orang perempuan
yang taat, dan orang-orang lelaki yang
benar serta orang-orang perempuan
yang benar, dan orang-orang lelaki yang
sabar serta orang-orang perempuan
yang sabar, dan orang-orang lelaki yang
merendah diri (kepada Allah) serta
orang-orang perempuan yang
merendah diri (kepada Allah), dan orang-
orang lelaki yang bersedekah serta
orang-orang perempuan yang
bersedekah, dan orang-orang lelaki yang
berpuasa serta orang-orang perempuan
yang berpuasa, dan orang-orang lelaki
yang memelihara kehormatannya serta
orang-orang perempuan yang
memelihara kehormatannya, dan orang-
orang lelaki yang menyebut nama Allah
banyak-banyak serta orang-orang
perempuan yang menyebut nama Allah
banyak-banyak, Allah telah menyediakan
bagi mereka semuanya keampunan dan
pahala yang besar. (Al-Ahzaab 33:35)
Dalam pada itu (ingatlah), orang yang
bersabar dan memaafkan (kesalahan
orang terhadapnya), sesungguhnya
yang demikian itu adalah dari perkara-
perkara yang dikehendaki diambil berat
(melakukannya). (Asy-Syuura 42:43)
(Jika demikian akibat orang-orang kafir
yang menentangmu wahai Muhammad)
maka bersabarlah engkau sebagaimana
sabarnya Rasul-rasul “Ulil-Azmi” (yang
mempunyai keazaman dan ketabahan
hati) dari kalangan Rasul-rasul (yang
terdahulu daripadamu); dan janganlah
engkau meminta disegerakan azab untuk
mereka (yang menentangmu itu).
Sesungguhnya keadaan mereka semasa
melihat azab yang dijanjikan kepada
mereka, merasai seolah-olah mereka
tidak tinggal (di dunia) melainkan sekadar
satu saat sahaja dari siang hari.
(Penerangan yang demikian) cukuplah
menjadi pelajaran (bagi orang-orang
yang mahu insaf). Maka (ingatlah) tidak
dibinasakan melainkan kaum yang fasik –
derhaka. (Al-Ahqaaf 46:35)
Dengan yang demikian, apabila kamu
berjuang menentang orang-orang kafir
(dalam peperangan jihad) maka
pancunglah lehernya, sehingga apabila
kamu dapat membunuh mereka dengan
banyaknya (serta mengalahkannya)
maka tawanlah (mana-mana yang
hidup) dan ikatlah mereka dengan
kukuhnya. Setelah selesai pertempuran
itu maka (terserahlah kepada kamu)
sama ada hendak memberi kebebasan
(kepada orang-orang tawanan itu
dengan tiada sebarang penebusnya) atau
membebaskan mereka dengan
mengambil penebusnya. (Bertindaklah
demikian terhadap golongan kafir yang
menceroboh) sehinggalah berakhir
peperangan jihad itu (dan lenyaplah
sebab-sebab yang memimbulkannya).
Demikianlah (diperintahkan kamu
melakukannya). Dan sekiranya Allah
menghendaki, tentulah Ia membinasakan
mereka (dengan tidak payah kamu
memeranginya); tetapi Ia (perintahkan
kamu berbuat demikian) kerana hendak
menguji kesabaran kamu menentang
golongan yang kufur ingkar (yang
mencerobohi kamu). Dan orang-orang
yang telah berjuang serta gugur syahid
pada jalan Allah (mempertahankan
agamanya), maka Allah tidak sekali kali
akan mensia-siakan amal-amal mereka.
(Muhammad 47:4)