Ahad, 12 Februari 2012

BERBAI'AT BERSAMA NABI SAW.

"Dari 'Auf bin Malik ra, Kami bersama nabi saw, sembilan, delapan atau tujuh orang. lantas Nabi saw mengatkan: "Maukah kalian berbai'ah (bersumpah setia) kepada Rasulullah?" lantas kamipun tangan seraya berkata: "saya berbai'ah kepadamu yaa Rasulullah! Nabi saw lantas mengucapkan: (bersumpah setialah) kalian untuk beribadah kepada ALLAh semata dan jangan kalian menyekutukan DIA dengan sesuatupun, menegakkan kelima sholat fardhu, mendengar dan taa. lantas Nabi membisikkan kalimat rahasia: "JANGAN KALIAN MEMINTA SESUATU APAPUN KEPADA ORANG LAIN." Auf bin Malik lantas berkomentar: 'sehingga aku melihat sebagian dari orang yang telah berbai'ah itu, sekalipun hanya cemeti yang jatuh, mereka sama sekali tidak meminta bantuan orang lain untuk mengambilkannya.'" (HR. Muslim)

Berkata Nabi saw kepada shabat sahabatnya yang hadir pada watu itu,:
"Maukah kalian bersumpah setia kepada Rasulullah? sahabat kontan menjawab: 'kami dengan sukarela bersumpah setia kepadamu wahai Rasulullah!'
Kenapa Nabi saw bertanya lagi kepada sahabat sahabatnya agar mereka bersumpah setia kepada dia, padahal mereka sebelumnya telah berkali kali bersumpah setia kepada beliau saw.
Jawabannya:
pengulangan pengulangan bai'ah bukanlah sesuatu hal aneh hingga dipertanyakan kembali (apalagi diperdebatkan!). sebab pengulangan, adalah dalam rangka penegasan (ta'kiid). lebih daari satu kali sahabar ra. berbai'at kepada Nabi. semacam bai'atu ridhwan (disebut juga bai'atus Syajaroh), Bai'atul Aqobah, dan lain lain, yang diabadikan dalam Al Qur'an:
"sesungguhnya orang orang yang berbai'at kepadamu, sesungguhnya mereka itu berbai'at kepada ALLAH. Tangan ALLAH diatas tangan mereka."
dan dinisbahkan kepada FirmanNYA:
"Sesungguhnya ALLAH telah ridha kepada orang orang mukmin yang mereka talah berbai'ah kepada engkau dibawah pohon." (QS. al-Fath: 18)

Penegasan ta'kiid ini diperkuat kambali oleh Nabi saw. dengan sabdanya:
"Hendaklah kalian beribadah kepada ALLAH semata, dan jangan sekali sekali kalian persekutukan denganNYA sesuatu apapun."
sebabNabi sendiri taupersis bahwasanya sahabat sahabat tersebut sudah membuang jauh jauh penyembahan kepada arca, MENANGGALKAN SELURUH ADAT DAN TRADISI Jahiliyah yang sudah turun temurun, dan mereka menyerahkan sepenuhnya hati mereka kepada ALLAH swt.
Nabi saw juga berulang kali mengungkapkan kekhawatirannya akan terjadi pada diri umatnnya syirik kecil.
lantas apa itu syiri kecil???
Syirik adalah segala bentuk amalan yang menelusup kedalam hati dan jiwa, yang motif dan tujuannya jiwa syaitoniyah (kesetan setanan) secara halus, samar, dan tidak terasa.
marilah kita kita lihat kejelihan ungkapan Nabi ter agung saw dalam mengomentari syirik, dan bagaimana bisa masuk ke dalam jati diri dan nurani manusia.
Nabi bersabda:
"(amalan syirik itu lebih tersamar daripada endapan semut di malam buta di atas batu karang yang amat licin."
Saat ini, saya dan kalian semua sahabat, hidup di dalam sebuah jaman dan masa, dimana tawaran tawaran syirik tersebar dimana mana. bahkan beriringan dengan seluruh makhluk. setiap jiwa merasakan fitnah dan bisikan. setiap tarikan nafas ada ajakan syetan dan rayuan iblis.
karenya, sebagaimana Nabi saw. menegaskan sahabatnya agar memperbaharui keimanannya dengan iman kepada ALLAH,beribadah kepadaNYA< dan tidak memprsekutukan DIA dengan sesuatu apapun.

^_^ Kuatkan Iman di setiap saat! #