Rabu, 8 Februari 2012

KITAB AL FITAN (FITNAH FITNAH)

BAB FITNAH DALAM AGAMA 2

Dari Shuhaib ar-Rumi ra. ia berkata. Rasulullah saw bersabda:

" Ada seorang raja pada umat sebelum kalian, dia memiliki seorang tukang sihir. ketika sudah tua ia berkata pada raja, " sesungguhnya saya telah berusia lanjut, maka utuslah kepada saya seoran pemuda agar saya mengajarinya ilmu sihir ." maka raj mengutus seoran pemuda kepadanya untuk diajari ilmu sihir. dalam perjlanan, pemuda itu brtemu dengan seorang rahib, maka dia duduk dan mendengarkan ucapan rahib, dan ternyata dia sangat terkesan. apabila hendak menemui tukang sihir, dia menemui rahib dan duduk padanya, sehingga ketika menemui tukang sihir, dipukulnya karena selalu terlambat. lantas hal iti diadukan kepada sang rahib. Rahib akhirnya berkata, " Jika kamu takut kepada tukang sihir, maka katakanlah, " saya tertahan karena keluara saya ." dan apabila kamu takut kepada keluargamu, maka katakanlah, " saya tertahan oleh tukang sihir. " Tatkala dia seperti itu, tiba tiba ia memergoki seekor binatang besar yang telah menghalangi orang orang. maka dia berkata, "hari ini saya akan mengetahui, apakah tukang sihir ataukah rahib yang lebih mulia?." lalu dia mengambil sebuah batu dan berdoa, "Wahai ALLAH jika perkara rahib yang lebih ENGKAU cintai daripada perkara tukang sihir, maka bunuhlah hewan ini agar orang orang bisa lewat." kemudia dia melempar batu itu dan berhasil membunuhnya dan orang orang pun bisa meneruskan perjalanan. Kemudia dia menceriterakan kejadian itu kepadanya. maka rahib berkata, " wahai anakku, sekarang engkau lebih utama daripada aku, perkaramu telah sampai pada apa yang aku lihat, dan sesungguhnya engkau akan diuji. Jika engkau benar benar diuji, kama janan engkau tunjukkan tentangku. "

Sang pemuda bisa menyembuhka kebutaan, sopak, dan mengobati orang orang dari semua penyakit (dengan izin ALLAH). Ada orang dekat raja yang buta mendengar hal itu. maka diapun mendatangi pemuda itu dengan membawa hadiah yang melimpah. dia berkata, " Semua yang ada disini adalah milikmu, jika kamu bisa menyembuhkanku. " maka pemuda itu berkata, " sesungguhnya saya tidak dapat menyembuhkan seorangpun, ang menembuhkan itu hanyalah ALLAH. Jika engkau beriman kepada ALLAH, maka aku akan memohon agar DIA menyembuhkanmu. maka ornag itupun beriman kepada ALLAH dan ALLAH menyembuhkannya. Dia kemudian mendatangi raja dan duduk disisnya sebagaimana biasanya. sang raja bertanya kepadanya. " siapakah yang telahmengembalikan penglihatanmu? " dia menjawab "Rabbku" sang raja bertanya, " apakah engkau memiliki Tuhan selain aku? " dia menjawab, "Tuhanku, Tuhanmu adlah ALLAH. " maka raja menghukumnya dan terus menyiksanya, sampai akhirnya ia menunjukkan kepada pemuda itu. pemuda itu didatangkannya dan rajapun bertanya, " wahai anakku, sihirmu telah sampai pada tigkat menyembuhkan penyakit buta, sopak, dan engkau telah berbuat ini an itu. " dia menjawab, " sesungguhnya say tidak menyembuhkan siapapun, yang menyambuhkan hanyalah ALLAH." maka raja menghukumnya dan menyiksanya, hingga akhirnya dis menunjukkan kepada rahib. rahibpun didatangkan dan dikatakan kepadanya, "Tinggalkanlah agamamu." dan dia menolak. maka raja memerintahkan menghadirkan gergaji, lalu gergaji itu diletakkan ditengah kepalanya, kemudian membelahnya hingga robohlah kedua sisi tubuhnya. lalu pemuda itu dihadirkan dan dikatakan kepadanya, "tinggalkanlah agamamu!" dia menolak, maka raja menyerahkan kepada sekelompok sahabatnya seraya berkata, "pergilah, dan bawalah dia kegunung ini dan itu, dakilah gunung itu, jika telah sampai pada pncaknya, maka tanyalah, jika dia mau meninggalkan agamanya, bebaskan dia, tetapi jika tidak, maka lemparkanlah dia." maka mereka membawanya pergi dan membawanya kepuncak gunung. pemuda itu kemudian berdoa, "Wahai ALLAH, selamatkan aku dari mereka dengan sesuatu yang ENGKSU kehendaki." maka gunungpun bergetar menggoncangkan mereka, sehingga merekapun berjatuhan dan dia berjalan menuju raja. Sang raja bertanya, "apa yang telah dilakukan oleh sahabat sahabatmu?" dia menjawab, "ALLAH telah menyelamatkan aku dari mereka." maka raja menyerahkannya pada sekelompok sahabatnya seraya bertitah, "bawalah dia, dan naikkan diatas perahu hingga ketengah laut. jika dia mau meninggalkan agamanya, lepaskanlah., jika tidak, lemparkanlah dia." merekapun membawanya, dan pemuda itu berdoa, "Yaa ALLAH, selamtkanlah saya dengan sesuatu yang ENGKAU kehendaki." maka tiba tiba kapal terbalik dan mereka semua tenggelam. sedangkan pemuda itu kembali menemui raja. raja bertanya kepadanya, "apa yang telah dilakukan oleh sahabat shabtmu?." dia menjawab, "ALLAH telah menyelamatkanku dari mereka." lalu dia berkata kepada raja, "sesungguhnya engkau tidak bisa membunuhku, hingga engkau melakukan apa yang aku perintahkan kepadamu." raja bertanya, "apa itu?" dia menjelaskan, "engkau kumpulka orangn orang dalam satu tanah lapang, dan saliblah aku diatas pohon kurma. kemudian ambillah satu anak penah dari tempat penyimpanan (kantong) anak panah saya, lalu letakkan anak panah tepat pada tengah tengah busur, kemudian ucapkanlah, "Bismilllahi Rabbil ghulam (dengan menyebut nama ALLAH, Tuhannya pemuda ini). kemudian panahlah saya, sesungguhnya jika engkau melakukan hal tersebut, maka engkau pasti bisa membunuhku. sang raja pun mengumpulkan orang orang di satu tanah lapang, dan menyalipnya diatas pohon kurma, kemudia dia mengambilnya satu anak panah dari kantongnya, lalu dia meletakkan anak panah tepat ditengah tengah busur panah, lantas dia mengucapkan. "dengan menyebut nama ALLAH Tuhannya pemuda ini." kemudian dia membidikkan anak panah itu kearahnya, maka anak panah itu tepat mengenai pelipisnya, dia meletakkan tangannya pada pelipisnya, lalu dia meninggal. demi melihat kejadian itu, maka orang orang mengucapkan, "kami beriman pada Rabbnya pemuda ini, kami beriman pada Rabbnya pemuda ini, kami beriman pada Rabbnya pemuda ini." Raja kemudian dihadirkan dan diberitahu. "apakah beginda melihat apa yang dahulu baginda khawatirkan?" sungguh telah datang kepadamu apa yang dulu engkau khawatirkan, orang orang yang talah beriman." maka dia memerintahkan untuk menggali parit di mulut mulut jalan yang ada di antara rumah rumah. lalu paritpun digali dan apipun dikobarkan di dalamnya. raja kemudian berseru, "barang siapa yang tidak kembali dari agamanya, maka lemparkan dia ke dalamnya." atau diperintahkan kepadanya, "masuklah!" merekapun melakukan apa yang diperintahkan oleh sang raja., hingga sampai pada seorang wanita yang membawa seorang anak kecil,. wanita itu merasa enggan untuk menceburkan diri kedalam api, maka anak kecil itupun berkata kepadanya, "wahai ibunda, bersabarlah! sesngguhnya ibunda berada diatas kebenaran."
(HR. Muslim)