Rabu, 8 Februari 2012

Al-FITAN (FITNAH FITNAH)

FITNAH DALAM AGAMA

"Dan berbuat fitnah lebih besar (dosanya) dari pada membunuh. mereka tidak henti hentinya memerangi kamu sampai mereka dapat mengembalikan kamu dari agamamu (kepada kekafiran), seandainya mereka sanggup. Barang siapa murtad dari agamanya, lalu dia mati dalam kekafiran, maka mereka itulah yang sia sia amalannya di dunia dan di Akherat, dan mereka itulah penghuni neraka, mereka kekal didalamnya." (Al-Baqarah: 217)

Dari Khabbab bin al-Aratti ra, ia berkata:
"Kami pernah mengadu pada Rasulullah saw. ketika beliau sedang berbantalkan selendangnya dibawah lindungan ka'bah. kami berkata kepada beliau, 'Tidakkah baginda memohon pertolongan untuk kami?' Beliau menjawab, 'Ada seorang laki2 dimasa sebelum kalian, digali sebuah kuburan untuknya di bumi, lalu ia dijatuhkan kedalamnya. Kemudian didatangkan gergaji besi, diletakkan diatas kepalanya, lalu dibelah dua. Akan tetapi hal itu tidak menghalanginya dari agamanya. Dia disisir dengan sisir besi dibalik dagingnya dari tulang atau urat. Namun hal itu tidak menghalanginya dari agamanya. Demi ALLAH perkara ini benar benar akan sempurna hingga penunggang kuda berjalan dari Shan'a menuju Hadhramaut, dia tidak takut kecuali kepada ALLAH atau serigala yang akan memangsa kambingnya. tetapi kalian terburu buru'."

Intisari:
-@  Disyariatkannya memberikan hiburan dengan cerita para Rasul dan Nabi di masa lalu dan apa apa yang mereka dapatkan dijalan ALLAH swt. berupa siksaan dan gangguan. ALLAH swt.
" Dan kami ceritakan kepadamu semua kisah dari Rasul rasul." (Hud. 120)
-@  Bahwa seorang Da'i (yang berdakwah) dijalan ALLAH swt. arus bersabar dalam (menghadapi) gangguan di jalan ALLAH swt, dan melihat pada yang demikian itu dia melihat firman ALLAH,
" Hai anakku, dirikanlah sholat dan suruhlah manusia mengerjakan yang baik dan cegahlah (mereka) dari perbuatan yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpamu. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal hal yang diwajibkan (oleh ALLAH)." (Luqman. 17)
-@  Dan bahwasanya apapun yang menimpa para ulama dan orang orang yang menyeru kepada ALLAH swt. tiada lain hanyalah bagian terkecil yang pernah menimpa para Rasul dan Nabi as.
-@ Keyakinan Nabi saw. terhadap janji ALLAH swt. bahwa DIA swt akan emberikan pertolongan dan kekuasaan baginya dimlka bumi, memuliakan dan menampakkan agama, serta menyempurnakan syariat.